Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 April 2014
Love You, But ... Goodbye
Aku sudah coba untuk menahannya
tapi air mata ini terus memaksa untuk keluar
Aku tidak kuat untuk menahannya
Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menundukkan kepalaku,
dan mengeluarkan semua air mata yang kupunya
Aku tidak bisa mencintaimu,
Karena aku sangat mencintaimu.
Aku tidak ingin kau mencintaiku yang hanya akan meninggalkanmu
Yang akan memberimu sakit hati dan luka kesedihan
Sudah kucoba berulang kali pergi darimu
diam-diam meninggalkanmu,
tapi berulang kali juga kaki dan hatiku melangkah kembali
kembali berada disisimu
Aku tidak tahu harus apa dan bagaimana
Sekarang aku benar-benar gila
Hatiku terasa terbakar saat aku harus meninggalkanmu
Bibirku bahkan terus mengucap namamu saat kau tidak dihadapanku
benar-benar membuatku gila
Aku tidak bisa terus berada disampingmu
Aku hanya akan memberimu banyak masalah
Tapi aku tidak bisa melangkah pergi darimu
Aku sangat mencintaimu
Apa yang harus aku lakukan
Aku tidak bisa berfikir jernih karena air mata ini terus keluar
Aku tidak bisa menghilang darimu karena kaki ini pasti akan kembali padamu
Kamis, 27 Maret 2014
The Photo
Entah apa dan bagaimana
Aku tidak mengingat kejadian indah itu
Yang kulihat hanya foto-foto usang
Di album biru yang berdebu
Saat itu terlihat senyum bahagia menghiasi
Wajah lelahmu yang langsung berubah seketika
Sepertinya kau sangat bahagia
Walau ada rintik air mata dan peluh terlihat
Walau sakit yang luar biasa kau rasakan
Kau masih memberi senyuman padaku
Aku yang lemah yang barusaja melihat dunia
Dengan hangatnya kau memelukku penuh kasih
Seiring dengan waktu berjalan
Aku tumbuh menjadi diriku dalam asuhanmu
Banyak foto-foto yang kau jadikan kenangan
Setiap aku tumbuh dan semakin dewasa
Tapi saat ini aku tak lagi bisa melihatmu
Melihat senyumanmu saat mengambil fotoku
Tidak ada lagi yang membuatkan foto untukku
Kau sudah pergi
Pergi dari sampingku
Yang aku bisa lakukan hanya menatap fotomu
Senyuman manismu namun kaku
Aku tidak bisa lagi melihat senyuman aslimu
Yang kulihat adalah nisan bertuliskan namamu
“Selamat jalan, Bunda!
Terimakasih sudah membesarkan dan membuatku menjadi
diriku yang sekarang
Aku sangat mencintaimu
Terima kasih sudah menjadi Ibu terhebat untukku
Kau ‘Malaikat’ yang bisa kupanggil Bunda
Aku mencintaimu selamanya!”
Perpisahan Adalah Cinta Sejati
Cinta itu suatu perasaan luar biasa
Penuh kasih dan sayang
Sangat membuat bahagia dan ‘gila’
Walaupun terkadang cinta tidak harus memiliki,
Membutuhkan pengorbanan,
Membutuhkan perpisahan,
Dan akan membuat sakit hati
Cinta itu tidak ada paksaan dan perjanjian,
Cinta itu tulus
Bukan mencintai namanya jika membuat yang dicintai menderita
karena cinta kita, itu namanya menyiksa
Dengan membiarkan Dia bahagia dengan cintanya, maka itulah
cinta
Perpisahan memang sangat menyakitkan
Namun perpisahan akan sangat membahagiakan jika
Membiarkan cinta kita tidak menyakiti cinta orang lain.
Berpisah, membiarkan cinta pergi, terkadang bisa disebut CINTA
SEJATI
I Love Mom
Apa yang telah aku
lakukan?
Aku membentakumu,
Aku membuatmu marah,
Aku membuatmu sakit hati,
Aku membuatmu menangis.
Bahkan disaat pertemuan
terakhir denganmu
Aku minta maaf,
Aku menyesal selalu
membantah nasehatmu
Aku menyesal selalu
mengacuhkan laranganmu
Bukan maksudku untuk
seperti itu sebenarnya
Aku hanya ingin mencoba
mengatur hidupku sendiri,
Tanpa mendengar nasehat
berharga mu
Apa gunanya air mataku
sekarang ...
Walau aku menangis sampai
air mataku kering dan tak bisa menetes lagi
Walau aku berkata beribu
maaf sampai suaraku habis dan tak bisa bicara lagi
Tapi semua itu tetap tidak
bisa membuat mu kembali padaku lagi
Aku sungguh sangat
menyesal
Menyesal karena tidak
sempat berkata maaf
Membuatmu pergi tanpa
ucapan maaf dariku
Walau aku tahu kau sudah
memaafkanku
Tetap tidak akan membuat
hatiku lega
Tanpa berucap maaf padamu
Aku mencintaimu Ibu!
If Time Can Back
Jika seandainya
waktu ini bisa kembali
Merubah
keadaan menjadi beberapa tahun yang lalu
Saat aku
masih seperti yang dulu
Aku yang
kecil dan penuh dengan kasih
Saat semua
orang berkumpul
Saat mereka
selalu ada untukku
Saat mereka
menghapus tangis diwajahku
Saat mereka
membuat tawa dibibirku
Tapi sayangnya
waktu tidak bisa kembali
Sedikitpun
tak akan bisa
Walau sekuat
apapun kita bisa
Walau sekuat
apapun kita berusaha
Hanya sia-sia
hasil yang akan didapat
Sekarang
yang tersisa hanya aku sendiri
Bersama
keheningan
Bersama
dinginnya detik waktu berlalu
Bersama
kakunya hati
Yang kian
membantu
Aku hanya
seorang anak yang lemah
Aku tidak
bisa terus bertahan seperti ini
Aku sangat
membutuhkan kalian, keluargaku
Karena
kalianlah hidupku
Aku mohom
Tuhan
Izinkan
aku kembali pada masa itu
Masa saat
aku masih bersama malaiktaku
Malaikat
yang selalu menjagaku
Malaikatmu
yang bernama IBU





